Sang juara Liga Champions enam kali, Liverpool, akan bertemu dengan pemegang rekor juara 13 kali, Real Madrid, dalam babak penentuan akhir atau final di stadion Stade de France, kota Paris pada Minggu dinihari pukul 02.00 WIB.

Pertandingan ini akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi SCTV dan Bein Sports untuk wilayah Indonesia.

Meski Liverpool telah gagal dalam upaya meraih quadruple musim ini namun trofi tertinggi masih bisa mereka raih dengan memenangkan gelar juara Liga Champions yang ketujuh kalinya dalam sejarah klub. Kemenangan di partai final atas Real Madrid juga bisa menjadi pembalasan setimpal atas kegagalan di final tahun 2018 atas lawan yang sama. Kenangan pahit masih membekas di skuad dan pendukung Liverpool mengingat kala itu pemain andalan The Reds, Mohamed Salah, harus ditarik keluar pada babak pertama karena entah sengaja atau tidak ia terbanting oleh bek Madrid, Sergio Ramos. Padahal saat Salah masih di lapangan Liverpool lebih mendominasi jalannya pertandingan.

Real Madrid tentu saja tidak akan menyia-nyiakan peluang untuk mempertajam rekor mereka di Liga Champions dengan memenangkannya untuk yang ke-14 kalinya. Sang pelatih, Carlo Ancelotti, tentu ingin kembali memenangkan trofi si kuping besar setelah ia melakukannya terakhir kali pada tahun 2014 di masa jabatan pertamanya bersama Real Madrid.

Sebagai pelatih Ancelotti sudah dua kali menghadapi Liverpool di partai final kompetisi antar klub Eropa kasta pertama ini. Pertama kali terjadi di tahun 2005 yang diwarnai dengan kemenangan comeback paling fenomenal di babak final Liga Champions kala Liverpool membalikkan ketertinggalan 0-3 di babak pertama dengan mengalahkan Milan melalui sesi penentuan adu penalti. Namun berselang dua tahun kemudian di 2007, Ancelotti dan AC Milan berhasil melakukan balas dendam dengan mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1 di babak final Liga Champions yang dilangsungkan di kota Athena, Yunani.

Siapakah diantara kedua kubu yang akan berjaya dan memenangkan gelar Liga Champions musim ini? Mari simak pembahasan dan prediksi dari tim Sindikat Bola di video ini.

Pasar Taruhan Judi Bola Hari dan Malam Ini

Asian Handicap: Liverpool 0 : 1/4 Real Madrid
Over/Under: 2 3/4 Gol

Berita Tim Pertandingan Liverpool vs Real Madrid

Gelandang bertahan Liverpool, Fabinho, sudah mulai berlatih secara penuh pada hari Rabu. Jurgen Klopp menyampaikan bahwa Thiago Alcantara memiliki peluang bagus untuk dapat tampil di final. Berita ini merupakan dorongan ganda yang besar untuk The Reds.

Mohamed Salah dan Virgil van Dijk telah kembali dari cedera dalam pertandingan liga terakhir musim ini. Keduanya masuk dalam daftar pemain cadangan, walaupun hanya Salah yang diturunkan oleh Klopp pada akhir pekan lalu.

Ibrahima Konate lebih sering dipercaya daripada Joel Matip dalam enam pertandingan fase knock out Liga Champions. Namun kelihatannya Matip yang lebih berpengalaman akan mendampingi van Dijk di jantung pertahanan.

Roberto Firmino dan Diogo Jota kemungkinan besar akan duduk di bangku cadangan, untuk memberi tempat pada Sadio Mane, Luis Diaz dan Mohamed Salah di barisan penyerang.

Di kubu Real Madrid, David Alaba telah melewatkan enam pertandingan terakhir karena cedera. Namun, Nacho siap untuk bermain jika memang diperlukan.

Eduardo Camavinga tampil mengesankan dari bangku cadangan dalam beberapa kali penampilan di babak sistem gugur, tetapi Toni Kroos diperkirakan akan lebih dipercaya untuk mengisi satu tempat di lapangan tengah.

Rodrygo adalah salah satu pemain yang berjasa mengantarkan Los Blancos menuju final, sehingga dia kemungkinan akan lebih diprioritaskan dari Federico Valverde untuk mendapatkan tempat di sayap kanan.

Data dan Analisis Pertandingan Liverpool vs Real Madrid

Liverpool telah memenangkan dua trofi domestik sejauh ini, Piala Carabao dan Piala FA. Namun angan-angan quadruple mereka kandas di ajang Liga Primer Inggris. Meski harapan sempat terkuak ketika secara mengejutkan Aston Villa unggul 2-0 hingga menit ke-75. Namun dalam waktu kurang dari 6 menit, Manchester City secara fantastis membalikkan keadaan menjadi 3-2 dan memastikan keunggulan satu poin mereka dari The Reds berbuah manis dengan gelar juara English Premier League.

Mengakhiri musim dengan hanya dua trofi sekarang ini mungkin tidak akan memuaskan kubu Liverpool dan pendukungnya. Untuk menebus kegagalan di liga maka misi terakhir harus dituntaskan dengan meraih trofi Liga Champions untuk yang ketujuh kalinya. Sekaligus untuk mempertegas status Liverpool sebagai klub asal Britania Raya paling sukses di benua Eropa.

Pertandingan hari Sabtu akan menandai ke-10 kalinya Liverpool tampil di final Liga Champions. Meski beberapa orang mungkin berpendapat bahwa mereka menikmati laju yang relatif mudah, tetapi seperti yang selalu ditekankan oleh Jurgen Klopp kepada anak asuhannya, tidak ada pertandingan yang mudah dalam kompetisi ini.

Liverpool telah mencetak setidaknya dua gol di setiap pertandingan Liga Champions mereka musim ini – terkecuali saat mereka ditaklukkan Inter Milan di Anfield pada babak 16 besar. Kekalahan dari Nerazzurri itu merupakan kekalahan terakhir The Reds di semua kompetisi. Mereka kini tak terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhir di semua kompetisi dan meraih 10 kemenangan dari 11 laga terakhir.

Sebagian besar anggota skuad Liverpool saat ini adalah mereka yang terlibat dalam kekalahan di final dari Real Madrid pada tahun 2018 di Kyiv. Dipastikan bawah agenda balas dendam pasti hinggap dalam benak sebagian dari mereka – khususnya bagi Mohamed Salah yang kala itu harus ditarik keluar dengan berurai air mata pada babak pertama karena dibanting oleh Sergio Ramos.

Jurgen Klopp telah menegaskan bahwa nafsu untuk membalas dendam tidak bercokol di pikirannya, tetapi persentase kemenangan yang hanya 33% melawan Real Madrid merupakan rekor terburuk bagi sang pelatih asal Jerman menghadapi satu klub. Memperbaiki rekor itu pada hari Sabtu pasti setidaknya akan menjadi penghiburan atas kegagalan meraih quadruple. Namun, lawan yang dihadapi kali ini adalah tim yang tahu persis bagaimana caranya memenangkan Liga Champions.

Membalikkan defisit dua gol melawan Paris Saint-Germain, menyingkirkan juara bertahan Chelsea setelah sempat tertinggal 0-3 di Bernabeu, mengatasi Manchester City setelah kebobolan empat gol di Etihad. Tentu kita harus angkat topi ke Carlo Ancelotti dan ketangguhan mental anak asuhannya.

Memiliki penyerang mematikan seperti Karim Benzema dan pemain sayap yang memenuhi potensinya di diri Vinicius Junior telah membantu Los Blancos untuk melakukan comeback secara berulang kali di kompetisi ini. Tetapi kontribusi bintang muda asal Brasil lainnya juga tidak boleh dilupakan.

Real Madrid sudah dianggap pasti tersingkir di babak semi final setelah Manchester City memimpin dengan keunggulan agregat 5-3 ketika pertandingan memasuki menit ke-90. Namun tanpa disangka Rodrygo mampu mencetak dua gol dalam waktu dua menit untuk memaksa pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Sebagian pendukung El Real yang sudah sempat keluar stadion akhirnya kembali ke tempat duduk mereka. Dan hal itu terbukti tidak sia-sia, ketika tendangan penalti Karim Benzema memastikan bahwa jawara Liga Spanyol itu membukukan satu tempat di partai final di Paris.

Bisa dimaklumi bahwa mereka sedikit bersantai di beberapa pertandingan terakhir La Liga setelah memastikan gelar juara dengan beberapa minggu tersisa. Ancelotti menikmati kesempatan untuk melakukan rotasi demi mengistirahatkan beberapa pemain kuncinya menjelang final hari Sabtu ini. Tujuannya tidak lain agar klub tersukses di kompetisi antar klub Eropa itu dapat tampil dengan segar demi menuntaskan misi mengangkat trofi Liga Champions untuk yang ke-14 kalinya.

Real Madrid dan Liverpool sebelumnya telah bertemu delapan kali di kompetisi antar klub Eropa, dengan Los Blancos masih unggul dengan meraih empat kemenangan dibandingkan dengan tiga kemenangan untuk The Reds. Gol tunggal Alan Kennedy membawa Liverpool meraih Piala Eropa dengan mengkandaskan Real Madrid di final pada tahun 1981. Kemudian sepasang kemenangan di babak 16 besar pada musim 2008-09 melengkapi tiga kemenangan beruntun The Reds atas Los Blancos.

Namun, sejak saat itu Liverpool telah kalah empat kali dan hanya mampu seri satu kali dari lima pertandingan terakhir mereka melawan Real Madrid. Termasuk pertandingan final di tahun 2018 yang diwarnai tragedi Mo Salah, penampilan luar biasa Gareth Bale dan blunder memalukan yang dilakukan Loris Karius.

Para penyerang seperti Karim Benzema, Vinicius Junior, Mohamed Salah dan Sadio Mane akan sulit dihentikan selama 90 menit. Trio penyerang berbahaya yang dimiliki The Reds akan lebih percaya diri menghadapi lini belakang Los Blancos yang cukup rentan. Namun, Benzema sudah membuktikan bahwa ia hanya membutuhkan satu atau dua kesempatan untuk mencetak gol bagi timnya. Garis pertahanan tinggi yang diterapkan Liverpool akan rentan terhadap kecepatan dan trik dari dua bintang muda Brasil yang dimiliki El Real.

Kami rasa faktor kunci dari laga ini adalah kesiapan Thiago Alcantara dan Fabinho memulai laga sejak awal. Jika keduanya dalam kondisi fit 100% kelihatannya Liverpool lebih berpeluang mengangkat trofi Liga Champions yang ketujuh kalinya dan mengakhiri dongeng Cinderella Real Madrid.

Prediksi Taruhan Judi Bola Hari dan Malam Ini

Asian Handicap: Liverpool -1/4
Over/Under: Over 2 3/4
Skor: Liverpool 3-2 Real Madrid

Untuk melengkapi upaya taruhan Anda dapatkan odds terbaik pertandingan ini dengan mengunjungi judi bola online Vio88 terpercaya IDN Sports. Proses deposit dan withdraw cepat, dijamin setiap player yang menang pasti dibayar.

 

Leave a Reply